Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan), Letjen TNI Tri Budi Utomo, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini dirancang agar penanganan di lapangan berjalan presisi dan terkoordinasi.
"Secara keseluruhan, kekuatan personel dan materiil yang telah disiapkan tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk mendukung penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi," tegas Tri Budi Utomo saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Komposisi Pasukan & Kekuatan Cadangan
Pasukan utama yang diterjunkan terdiri dari berbagai lini pertahanan dan evakuasi:
1.012 personel dari jajaran Kodam I/Bukit Barisan
160 personel Polri
107 personel dari instansi terkait lainnya
Tak berhenti di situ, antisipasi skenario terburuk juga telah disiapkan dengan menyiagakan 1.050 personel cadangan yang terbagi dalam tiga kesatuan setingkat kompi.
Alutsista dan Teknologi Pendukung Terdepan
Untuk mendukung mobilitas dan komunikasi di zona terdampak, Kemhan memboyong puluhan armada darat hingga teknologi telekomunikasi modern:
| Kategori | Rincian Armada & Peralatan |
| Kendaraan Operasional | 31 unit truk, 8 unit ambulans, 1 unit mobil komando, dan 11 unit mobil pemadam kebakaran. |
| Logistik & Medis | Tenda pengungsian, set dapur lapangan & SPPG, set alat kesehatan, serta genset. |
| Teknologi & Komunikasi | 3 unit drone pemantau, perangkat internet Starlink, dan set repeater sinyal. |
Kehadiran teknologi seperti drone dan internet berbasis satelit Starlink diharapkan mampu memangkas kendala komunikasi di daerah terisolasi, sehingga pemantauan kawah serta evakuasi warga dapat berjalan real-time tanpa hambatan.(Red)
.jpg)