Jenazah Wili diterbangkan dari Jayapura menuju Jakarta, sebelum berlanjut ke Bandara El Tari Kupang pada Jumat (11/9/2026) pagi.
Tante kandung korban, Selfi Mbuik, mengonfirmasi kepulangan sang keponakan.
"Rencananya tiba di Kupang besok pagi dan kemungkinan akan terus ke Rote Ndao," kata Selfi, Kamis (10/9/2026).
Pihak keluarga mengaku masih terpukul hebat atas tragedi yang merenggut nyawa Wili, yang kini menyusul mendiang ibunya.
Diadang Saat Pulang Antar Bantuan Ternak
Tragedi ini bermula ketika rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya yang berisi 11 orang kembali menuju Wamena usai meninjau program cetak sawah dan mendistribusikan bantuan ternak.
Di tengah jalan, kelompok bersenjata mendadak mengadang perjalanan mereka. Para pelaku memisahkan rombongan menjadi dua:
8 warga lokal (termasuk seorang anak): dibiarkan selamat.
3 pegawai ASN: menjadi sasaran penembakan hingga gugur.
Tiga aparatur negara yang gugur dalam penugasan ini:
Aprida Rapi (49) — Kepala Bidang Peternakan (meninggal di lokasi akibat luka tembak di perut).
Alfonsius Albinus Mehan (35) — ASN Dinas Pertanian (meninggal di lokasi akibat luka tembak di kepala belakang dan tangan kiri).
Wili Mbuik (25) — ASN Dinas Pertanian (sempat dievakuasi ke RSUD Wamena akibat luka tembak di pinggang kanan, tetapi nyawanya tidak tertolong).
Pelaku Diduga KKB Asal Nduga, Polisi Buru Pelaku
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, bersama Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, penembakan ini diduga kuat dilakukan oleh kelompok bersenjata asal wilayah Nduga.
Aparat gabungan yang langsung diterjunkan ke lokasi sempat menyisir area sekitar, tetapi para pelaku telah melarikan diri.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan tegas dan menyeluruh untuk mengejar serta mengadili para pelaku.
Mentan: Mereka Pahlawan Pangan
Gugurnya tiga ASN di lapangan memantik simpati dan rasa duka mendalam dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Amran mengecam keras aksi kekerasan terhadap para petugas yang sedang menjalankan misi kemanusiaan bagi masyarakat Papua.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua. Mereka semestinya aman," tegas Amran.
Mentan meminta jajaran TNI-Polri dan Satgas Operasi Damai Cartenz mengusut tuntas kasus ini serta menjamin keamanan para petugas di lapangan.
Ia menegaskan bahwa program bantuan pangan untuk rakyat Papua tidak boleh terhenti oleh ancaman kekerasan.
Negara harus hadir melindungi setiap petugas yang berjuang demi ketahanan pangan masyarakat.(Red)
