Jembatan Udara Kemanusiaan: 729 Ton Bantuan TNI AU Menembus NTT


LensaNasional.id, Jakarta - Komitmen penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dipercepat.

Hingga Sabtu (29/8/2026), Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma mencatat sebanyak 729.956 kilogram atau sekitar 729,9 ton bantuan kemanusiaan telah berhasil diterbangkan menuju wilayah terdampak.

Dalam siaran pers resminya pada Senin (31/8/2026), manajemen Lanud Halim Perdanakusuma menjelaskan bahwa pengiriman logistik ini memanfaatkan armada pesawat angkut TNI AU.

Operasi jembatan udara yang telah berlangsung selama 15 hari nonstop ini mencakup pendistribusian bahan pangan pokok hingga berbagai perlengkapan darurat.

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, menegaskan bahwa pergerakan logistik ini merupakan sinyal kuat soliditas nasional untuk warganya yang sedang tertimpa musibah.

“Setiap bantuan yang kami berangkatkan bukan hanya membawa barang, tetapi juga membawa harapan. Kami ingin masyarakat NTT tahu bahwa mereka tidak sendiri. TNI AU akan terus berupaya mendukung penyaluran bantuan selama masih dibutuhkan,” tegas Ali Gusman.

Rincian Operasi Distribusi Kemanusiaan

Total Bantuan Terkirim: 729.956 kg (729,9 ton).

Durasi Operasi: 15 hari pergerakan intensif.

Armada Penunjang: Pesawat angkut berat dan taktis TNI AU.

Komposisi Logistik: Bahan pangan pokok, medis, dan perlengkapan penunjang hidup.

Proses operasional di lapangan dilakukan secara berantai: seluruh bantuan yang terkoordinasi di Lanud Halim Perdanakusuma langsung dimuat ke dalam lambung pesawat, diterbangkan ke titik tumpu di NTT, dan langsung disalurkan ke posko-posko pengungsian masyarakat.

Mengingat fase pemulihan masih berlangsung, TNI AU memastikan jalur distribusi udara ini akan tetap dibuka dan beroperasi penuh selama masyarakat NTT masih membutuhkan pasokan bantuan.